Sunday, February 13, 2011

list pengganti windows explorer

Buat download freeware/sharewarenya cari di: http://google.com
1. Xplorer2 <--Favorite ane

2. Total Commander <--Lengkap

3. NexusFile <--Stylish

4. Nomad.net
5. Explorer++

6. CubicExplorer

7. Q-Dir Commander

8. UltraExplorer
9. Double Commander

10. Free Commander

11. muCommander

12.
Expicula <-- Bahasa jerman doang
13. Far Manager <-- Terlalu teknis, hati-hati memakainya

14. XYplorer
15. Directory Opus

Friday, January 21, 2011

detikcom cari sensasi seputar konflik kemkominfo

"Yayasan Airputih, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang IT akan menyalurkan sejumlah bantuan alat komunikasi bagi korban bencana tsunami di Mentawai, Sumatera Barat. Namun, syarat perizinan dari Kemenkominfo menghambat proses ini. Ada pun bantuan yang diberikan berupa 24 unit telepon satelit dan alat pemancar yang ditujukan bagi perbaikan komunikasi di kawasan Mentawai. Peralatan tersebut saat ini sudah berada di kantor pusat Airputih di Jakarta. Nah, saat bertemu para pejabat dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Kemenkominfo dalam diskusi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan ini rupanya tak bisa serta merta disalurkan. Harus ada izin atau sertifikasi dari lembaga yang dipimpin oleh Tifatul Sembiring tersebut."

Komentar: Sabar jadi orang.


"Itu aturan untuk perusahaan komersil. Sementara Airputih lembaga sosial yang memberikan dukungan IT untuk kemanusiaan. Ini yang tadi menjadi diskusi panjang," sambungnya."


Komentar: Mana coba tunjukkin Undang-undangnya.


"Menurut Imron, jika aturan tersebut diterapkan, maka bantuan yang sudah dihibahkan terpaksa dikembalikan ke negara donor. Padahal, alat komunikasi adalah kebutuhan mendasar di Mentawai, terutama dalam hal penyaluran bantuan."

Komentar: Koq udah dihibahkan, dikembaliin lagi? Emang yayasan ente minjem? Ada motiv tersembunyi nih.

"Kalau kita gunakan skenario mereka. Bantuan itu bisa digunakan berapa lama, tapi dikembalikan ke tim. Bagaimana misalnya ada kebutuhan urgent dan peralatan ini mendesak untuk dipakai. Akan ribet lagi, padahal kebutuhan komunikasi di lapangan harus terus berjalan,"

Komentar: Ni yayasan mau nolong tapi maksa banget, nolong setengah-setengah. Peralatannya koq dibalikkin lagi sebelum masa darurat di Mentawai selesai, ga usah aja kale, cari muke.


Baca di: http://us.detiknews.com/read/2011/01/21/010749/1551342/10/bantuan-yayasan-airputih-di-mentawai-terhambat-izin-kemenkominfo
                      HURRAY IT'S JAMMING DAY ON MENTAWAI!
|
| |~/ (ACTUALLY THAT'S EVERY DAY)
| _|~
.============.| (_| |~/
.-;____________;|. _|~
| [_________I__] | (_|
| """"" (_) (_) |
| .=====..=====. |
| |:::::||:::::| |
| '=====''=====' |
'----------------'

Saturday, January 15, 2011

porno dan pajak di mata seorang islam liberal

1. Masalah pajak merupakan sesuatu hal yang bisa didiskusikan tanpa perlu difokusi.
Secara kasarnya, fokus-engga fokus, kominfo itu bukan organisasi yang isinya cuma satu orang aja, jadi bila si Anies berkomentar dengan alasan kefokusan, itu hal yang bisa ditertawakan.
2. Demi mendukung UU Anti Pornografi, pemerintah Indonesia (dalam hal ini diwakili Pak Tifatul) -wajar dan bisa dimaklumi- menambahkan alasan soal pornografi yang tidak bisa difilter, karena memang sudah ada UU Anti Pornografinya toh.
3. Logisnya ini memperlihatkan si Anies itu pendukung porno-party.
Saya kasih cap seperti itu karena dia sudah menjadi 'figur publik' yang perkataannya mempunyai pengaruh, sebagai seorang rektor yang ucapannya pun dimuat di media besar. Dia bisa menyesatkan publik dengan ucapannya dan pengaruh statusnya di level atas.

4. Saksikan kisah ironi mengenai si Anies: Pertama, dia berkomentar isu pornografi, yang disorot sebelumnya oleh dia, sebagai argumen yang kecil. Kedua, dia adalah rektor universitas Islam, yang merendahkan nilai dari suatu isu pornografi. Ketiga, dia turut serta dalam seminar 'Perempuan, Ruang Publik, dan Islam'.

Terakhir, singkat & sederhana, saya sarankan agar Anda berhati-hati dengan pernyataan orang-orang Islam Liberal.
Apalagi sampai terjadi kasus di perguruan tinggi Islam yang menganut paham sama, sampai di suatu saat mempunyai slogan: "Area Bebas Tuhan". Kata bebas di sini saya yakin memiliki ambiguitas antara 'Tuhan seolah-olah tidak mengamati apa yang mereka lakukan di area itu' dan 'Tuhan seolah-olah tidak mendengarkan apa yang akan mereka deklarasikan di area itu .'